
Pacitan – Institut Studi Islam Muhammadiyah (ISIMU) Pacitan menggelar kegiatan Pembinaan dan Penguatan ISIMU Pacitan Menuju Kampus Unggul dan Berkemajuan bersama Rektor UNIMUDA Sorong Dr. Rustamadji, M.Si., pada Rabu (3/6/2026) bertempat di Kampus ISIMU Pacitan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Badan Pembina Harian (BPH) ISIMU Pacitan, Drs. H. Ediyanto, M.Pd.I., M.H.I., Rektor ISIMU Pacitan Dr. Ahmadi, M.Pd.I., serta seluruh jajaran Sivitas Akademika ISIMU Pacitan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan visi dan komitmen institusi dalam mewujudkan kampus yang unggul, berkemajuan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Drs. H. Ediyanto menyampaikan bahwa ISIMU Pacitan saat ini terus berupaya melakukan pengembangan sarana dan prasarana guna menciptakan lingkungan kampus yang nyaman dan mendukung proses pendidikan yang berkualitas.
“ISIMU Pacitan tengah mengusahakan pengembangan sarana dan prasarana sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan kampus yang nyaman bagi seluruh sivitas akademika,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor ISIMU Pacitan, Dr. Ahmadi, M.Pd.I., mengungkapkan bahwa kehadiran Dr. Rustamadji merupakan buah dari jalinan silaturahim dan diskusi yang telah terbangun sejak kurang lebih empat tahun lalu dalam berbagai forum pertemuan rektor perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Menurutnya, berbagai gagasan yang pernah didiskusikan bersama pada masa itu sedikit demi sedikit telah diwujudkan dalam pengembangan ISIMU Pacitan. Oleh karena itu, kegiatan pembinaan ini menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat langkah institusi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa depan.
Dalam sesi pembinaan, Dr. Rustamadji menekankan bahwa perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada produksi laporan, artikel ilmiah, maupun karya tulis akademik semata. Perguruan tinggi harus mampu menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Yang lebih penting adalah bagaimana ilmu pengetahuan dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang memberi dampak, menyelesaikan persoalan, dan menghadirkan perubahan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk memiliki keberanian dalam melakukan inovasi dan perubahan. Menurutnya, hambatan terbesar dalam mencapai kemajuan sering kali bukan terletak pada keterbatasan kemampuan, melainkan pada rasa takut untuk memulai.
“Kata ‘takut’ kerap menjadi alasan yang menutupi keengganan untuk berusaha lebih jauh. Padahal, setiap kemajuan selalu dimulai dari keberanian untuk melangkah, mencoba hal baru, serta terus bergerak meskipun berbagai tantangan menghadang,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, ISIMU Pacitan semakin meneguhkan komitmennya untuk terus bertumbuh menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul, berkemajuan, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan persyarikatan Muhammadiyah.(*)
*) Penulis: Winarno
Editor: Tim Kreatif PMB